Menyambut Tahun Baru Islam, Santri Al-Muslimun Melakukan Tapak Tilas Keliling Lhoksukon

Lhoksukon- Ahad (01/09/19) merupakan dimulainya pergantian tahun baru Islam yang bertepatan pada tanggal 1 Muharram 1441 H. Seperti tahun- tahun sebelumnya, seluruh aktivitas belajar formal di Dayah Terpadu Al-Muslimun diliburkan. Ini dikarnakan tanggal merah sekaligus memperingati salah satu hari besar Islam.

Pada tahun ini, Seluruh santri diajak melakukan Tapak Tilas. Digerakkan oleh Bagian Ibadah Ust. Darkasyi dkk, rute napak dimulai dari dayah melalui Mns. Meunyee ke Jalan Banda-Aceh, lalu menuju ke Keude Lhoksukon. Santri mengistirahatkan diri di tempat titik berkumpul yang sudah ditentukan, yaitu di Lapangan Lhoksukon. Disini santri istirahat dan makan snack  (bagi yang tidak sedang berpuasa sunnah) . Setelah kurang lebih dari 30 menit, baru santri diarahkan kembali ke dayah dengan rute yang sedikit berbeda.

Menurut KBBI Tapak Tilas/ Menapak Tilas merupakan berjalan kaki dengan menelusuri jalan yang pernah dilalui oleh seseorang, pasukan, dan sebagainya untuk mengenang perjalanan pada masa perang dan atau sejarah masa lalu.

Tapak Tilas ini dilakukan dalam rangka yang pertama sekali untuk menyambut tahun baru Islam sekaligus mengingatkan masyarakat luas bahwa tahun Islam sudah berganti. Ini tentu sangat diperlukan mengingat Indonesia tidak menggunakan kalender Hijriah sebagai kalender utama. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menyehatkan badan dan kesehatan santri. Ujar Ust. Hermansyah salah satu guru bagian ibadah.

Turut hadir sekaligus mendampingi Pimpinan Dayah Al-Muslimun, Kepala Pengasuhan, Kepala Administrasi, Kepala Madrasah, Kepala Asrama, dan seluruh Ustadz/ah pengasuh Dayah Terpadu Almuslimun.

Komitmen Bersama, Santri Al-Muslimun Berbahasa Arab dan Inggris

Lhoksukon-Kamis (29/8/19) setelah melaksanakan shalat ashar secara berjamaah. Bersama guru bagian bahasa, seluruh santri dan santri-wati Dayah Terpadu Al-Muslimun berkumpul di depan panggung utama dayah dalam rangka membangun komitmen seluruh santri agar mulai aktif berbahasa arab dan inggris pada setiap aktivitas sehari-hari.

Telah menjadi slogan umum, bahwa bahasa merupakan mahkota bagi sebuah lembaga pendidikan. Terutama bagi dayah Al-Muslimun sebagai dayah terpadu. Namun juga akan menjadi sebuah masalah, jika santri hanya mampu belajar akan tetapi tak mau mempraktikkannya.

Salah satu guru penggerak bahasa. Ust. Ilyas mengatakan yang paling dibutuhkan bukanlah seberapa lama masa belajar, tapi keinginan untuk mulai praktek dan berbicara.

Turut hadir Kepala Pengasuhan dan Musyrif/ah Dayah Terpadu Al-Muslimun. Pada kesempatan ini Ust. Dedi juga menghimbau kepada seluruh santri agar mulai berbicara dengan dua bahasa tersebut. Menurutnya, mustahil bisa berbahasa asing jika santri tidak mau dan tidak memiliki motivasi untuk mulai mempraktikkan. Ia melanjutkan, santri harus benar-benar memanfaatkan momen di lingkungan seperti ini. Karena dayah adalah salah satu tempat yang baik untuk praktek dan belajar bahasa, yang mana akan sangat sulit didapatkan jika diluar dayah. Ujar ust. Dedi Kepala Pengasuhan.

Libur Idul Adha; Etiket Perpulangan

Lhoksukon- Rabu (7/08/19) bertepatan pada malam perpulangan libur idul adha. Seluruh santri Dayah Terpadu Almuslimun berkumpul guna mengikuti etiket perpulangan yang disampaikan lansung oleh pimpinan dayah H. Arif Rahmatillah Jafar, Lc, Dipl, M.E.I dan kepala pengasuhan Dedy Gusmadi,S.Pd.I. Acara ini dilaksanakan setelah menunaikan shalat Isya berjamaah di Mesjid Dayah Terpadu Almuslimun Lhoksukon.

Dalam kesempatan ini pimpinan dayah menegaskan, selama liburan santri Almuslimun harus mempertahankan akhlak dan imannya. Santri juga harus menegakkan islam dalam hatinya. Karena suasana di kampung halaman nanti akan berbeda dengan suasana yang ada didalam dayah selama ini.

Pimpinan juga mengingatkan, yang akan memperberat timbangan amal manusia nantinya adalah akhlak yang mulia. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah Saw “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada Hari Kiamat nanti selain akhlak mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat keji dan berkata-kata keji.” (HR. At-Tirmidzi).

Selain itu, kepala pengasuhan Dedy Gusmadi juga sempat menyampaikan perihal beberapa perubahan pada aturan dan tata tertib dayah terutama dalam hal perizinan. Dan akan diberlakukan setelah perpulangan libur idul adha nanti.

Wisuda Angkatan Ke 22 Dayah Terpadu Al-Muslimun

Lhoksukon – Dayah Terpadu Al-Muslimun kembali menggelar wisuda untuk tahun ini. Acara Wisuda Angkatan ke 22 dilaksanakan di halaman komplek dayah, berlangsung dengan baik dan meriah, selasa 30 April 2019.

Acara dimulai pada pukul 08.30 dengan berbagai penampilan seni, nasyid, rapai dan rebana, yang ditampilkan oleh santri MIT Al-Muslimun dan santri MTs Al-Muslimun dan Santri Aliyah. Pembukaan Resmi dibuka pada pukul 09.30 dilanjutkan dengan pembacaan surat suci Al-Quran, Mars Al-Muslimun, dan Lagu Indonesia Raya.

Kata sambutan oleh Kepala Madrasah Aliyah Al-Muslimun, Ust Nukman menyampaikan terimakasih untuk semua peserta dan undangan yang telah berhadir dalam kegiatan wisuda. Wisudawan dan Wisudawati untuk tahun ini sebanyak 126 santri, 5 santri berhasil mengkhatamkan hafalan al-Qur’an 30 Juz, berbeda dengan tahun lalu, hanya 2 santri yang berhasil menghafal 30 Juz.

Kata Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan Bupati Aceh Utara serta Kakankemenang Aceh. Kemudian dilanjutkan oleh Pimpinan Dayah H. Arif Rahmatillah, Lc. M.E.I, beliau menyampaikan pesan-pesan penting untuk wisudawan dan wisudawati, terus mengerjakan kebiasan-kebiasan yang baik, seperti shalat tepat waktu, berjamaah, baca al-Quran dan berpuasa senin kamis, serta melepaskan santi didiknya selama ini kepada orangtua masing-masing agar terus bisa memberikan Pendidikan yang terbaik untuk Anaknya.

Kemudian dilanjutkan dengan ikrar santri dan pengukuhan Alumni Santri Dayah Terpadu Al-Muslimun ke 22. Diakhiri dengan penyerahan hadiah bagi santri hafalan Al-Quran Terbanyak, Santri Teladan, dan Santri Juara Umum. Acara berlangsung dengan baik ditutup dengan pembacaan doa.

Pendaftaran Santri Baru dibuka Sampai dengan 21 Feb 2019, Berikut Persyaratannya…

Lhoksukon – Dayah Terpadu Al-Muslimun kembali membuka pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran 2019-2020. Pendaftaran mulai dibuka pada tanggal 2 Februari 2019 sampai dengan 21 Februari 2019. Penerimaan dibuka setiap hari, mulai pukul 08 pagi sampai dengan pukul 16 sore hari, bertempat di Kampus Dayah Terpadu Al-Muslimun.

Penitia penyelenggara penerimaan santri baru membuat Persyaratan yang mudah untuk tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang harus menyiapkan banyak berkas, pada tahun ini persyaratan yang perlu dibawa hanya foto copy KK, Kartu NISN dan biaya pendaftaran.

Penerimaan santri baru hanya dilakukan untuk Madrasah Tsanawiyah, dengan 2 program pendidikan, yaitu : Program Pendidikan Reguler dan Tahfidzul Qur’an. Ketua Koordinator penyelenggara penerimaan santri baru 2019, Ust. Hasanuddin, S.Pd.I juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah saat ini, mengatakan ” Perbedaan antara Kelas Regurel dan Tahfidz, terdapat penambahan Jam mengfalal lebih banyak untuk kelas tahfidz setiap harinya, sedangkan Kelas Reguler hanya 2 jam dalam seminggu, namun demikian tidak ada batasan juga bagi santri reguler untuk menghafal Al-Quran setiap ada waktu luang dan bisa mengikuti klub tahfidz”.

Target penerimaan santri baru untuk tahun ini mencapai 350 orang, terdiri dari sanri putri dan santri putra.

Pelaksanaan ujian penerimaan satri baru dilakukan 2 tahap, pertama ujian lisan atau wawancara, dilaksakan saat melakukan pendaftaran, kedua ujian tulis, di laksanakan pada 24 Februari 2019.

Pengumuman kelulusan akan diinformasikan pada saat ujian tulisan, kemudian akan diumumkan pada di website Dayah Terpadu Al-Muslimun, akun Facebook Dayah Almuslimun, dan Channel Telegram Info Almuslimun. (Ak)

__

Facebook

Telegram Channel